playlist

Senin, 09 Desember 2013

Memulai Sehat Dari Hati

"Obati hatimu, karena kebutuhan Allah pada hamba-hamba-Nya pada hati mereka yang sehat (baik)." ( Hasan Al bashri rahimahullah)

Hati memiliki peran sentral sebagai pengontrol aktivitas semua anggota badan. Ia ibarat raja dalam tubuh. Hati adalah yang paling muliadalam diri manusia. Baiknya hati membawa kebaikan pada fisik. Sehatnya hati menjadikan fisik juga ikut sehat. Begitu pula sebaliknya. Pernyataan Rasulullah SAW yang paling lekat diingatan kita dalam hal ini adalah, "Ketahuilah dahwa didalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik maka baik pulalah seluruh tubuh. Dan jika ia rusak, maka rusak pulalah seluruh tubuh, Ketahuilah ia adalah hati ( HR. Bukhari - Muslim ).

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan dalam Syarah muslim, " Di dalam hadits ini terdapat penegasan agar (manusia) berupaya memperbaiki hati serta menjaganya dari kerusaka."
Tidak sekedarpengontrol segala aktivitas badan. Hati juga tempat bersemayamnya segala macam keyakinan, akhlak dan niat; yang tercela atau terpuji. Karena itu, sepertinya sulit menemukan kesehatan fisik jika hati tidak sehat, seperti juga tidak mungkin menemukan kebahagiaan, lahir dan batin, didunia dan akhirat, kecuali bergantung pada kesehatan, kesucian dan kebersihan hati dari sifat-sifat yang buruk dan tercela,

Allah SWT berfirman, "Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (QS. Asy Syams : 7-10 )

Sebagaimana ia menyimpan potensi akhlak-akhlak mulia dan unsur-unsur terpuji yang seharusnya menjadi perhiasan diri bagi seorang mukmin, hati juga menyimpan potensi akhlak-akhlak tercela dan unsur-unsur yang buruk. Imam Al Ghazali telah menjelaskan hal ini dengan sangat panjang dalam kitabnya Al ihya'. Tapi yang perlu kita tahu bahwa sifat-sifat tercela dengan segala bentuknya, sesungguhnya adalah penyakit yang bersarang dihati, yang berpotensi membuat kita sengsara dan binasa, sakit dan menderita, didunia maupun diakhirat.Maka seorang mukmin hendaknya selalu berusaha mengobati hatinya dari penyakit-penyakit yang menjangkiti, dan juga harus berupaya untuk membuatnya selalu sehat dan bersih. karena tidak ada orang yang selamat, kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.

Ibnu Taimiyah juga menegaskan dalam sebuah nasehatnya, " Ketahuilah bahwa hidupnya hati adalah hidupnya (anggota badan) yang lain."

Taken from Tarbawi