playlist

Rabu, 27 Agustus 2014

PERCERAIAN

Mungkin banyak orang yang tidak menginginkan yang namanya perceraian. Namun mau tidak mau, suka atau tidak suka terkadang seseorang mengalaminya. Hal ini terbesit karena melihat fenomena pernikahan para artis yang begitu mudahnya mereka melakukan perceraian. Mereka yang bercerai beragam usia pernikahannya, ada yang usia pernikahannya sudah lama, ada juga yang masih seumur jagung.

Begitu mudahnya mereka melakukan perceraian. Mengapa tidak mudah bagi mereka untuk meredam perceraian semudahnya mereka mengatakan untuk menikah.Memang tidak mudah bagi siapa pun dalam menghadapi sebuah perceraian. Butuh ilmu dalam menghadapinya.

Banyak faktor yang menyebabkan perceraian. Selain dikarenakan harapan yang tidak realistis mengenai pernikahan, hal-hal yang menyebabkan perceraian dan ketidakbahagaiaan dalam pernikahan ialah karena banyak orang yang menikahi orang yang salah dengan alasan yang salah. Alasan yang salah untuk menikah antara lain telah hamil sebelum menikah, pemberontakan terhadap orangtua, untuk menjadi mandiri atau lepas dari orang tua, pengalihan dari hubungan yang buruk sebelumnya (diputuskan pasangan kemudian langsung memutuskan untuk menikah ketika bertemu pasangan baru), memenuhi tuntutan keluarga dan lingkungan sosial, serta untuk memperoleh dukungan ekonomi. Orang-orang yang menikah dengan alasan-alasan ini dapat mengakibatkan pernikahannya berujung pada perceraian ataupun akan merasa tidak bahagia dalam pernikahannya.

Penyebab berikutnya ialah karena pernikahan itu sendiri memang merupakan jenis hubungan yang menantang, bahkan meski seseorang telah memilih pasangannya secara bijaksana. Hal ini karena pernikahan melibatkan belajar untuk bersama dan berpisah, belajar untuk mengalokasikan kekuasaan, belajar untuk bersenang-senang dan bekerja bersama, dan bagi sebagian orang mungkin tantangan yang paling berat ialah belajar membesarkan generasi selanjutnya.

Sebaiknya sebelum menikah kita harus tahu terlebih dahulu ilmu pernikahan. Ilmu pernikahan itu meliputi apa tujuan menikah, apa hak dan kewajiban suami, apa hak dan kewajiban istri, bagaimana cara komunikasi suami- istri, bagaimana membahagiakan suami dan istri, bagaimana mendidik anak, dan lain sebagainya.Yang terutama adalah tujuan kita menikah apa, dan pastinya hubungan kita dengan Allah SWT juga harus kuat, agar ketika dihadapkan dengan persoalan dalam rumah tangga, kita masih dalam kondisi iman yang kuat.

Menjadi bahan renungan untuk yang belum nikah, buatlah persiapan yang matang sebelum menikah pelajarilah berbagai ilmu pernikahan , ilmu psikologi, ilmu mendidik anak, dan lain sebagainya. Sehingga ketika menikah nanti sudah ada cara kita menyelesaikan permasalahan yang ada, walaupun teori tidak sama dengan kenyataan, minimal kita sudah ada ilmunya, beda dengan yang tidak punya ilmunya. Semoga kita dikaruniakan pernikahan yang sakinah mawaddah wa rahmah, dan dijauhkan dari perceraian.

Selamat Belajar Ilmu Kehidupan :)

Wallahua'lam.

Sumber Bacaan :
www.psikologikita.com
Dll


WAJAH PENDIDIKAN ANAK KITA

Seorang anak didapati orang tuanya mendapat nilai nol, ketika ditanya oleh orang tuanya, mengapa bisa dapat nilai nol? jawab si anak,"kata pak guru gak papa kok dapat nilai nol,yang penting naik kelas". Orangtuanya langsung marah pada si anak dan langsung disuruh belajar, si anak gak mau belajar, karena gak apa-apa kata pak guru dapat nilai nol.

Bagaimana menurut Anda melihat peristiwa ini???

Menurut Pandangan saya, kalau niatan sang guru mengatakan hal seperti itu hanya untuk membuat anak tidak down dalam hasil belajarnya, ya salah dalam menyampaikannya, efeknya bagi anak gak papa gak belajar dan dapat nilai nol, yang penting naik kelas. padahal bagaimana bisa naik kelas, kalau setiap hari dapat nilai nol. Si anak belum memahami perkataan sang guru, sepatutnya sang guru memberikan motivasi kepada muridnya bagaimana agar murid-murid yang dididiknya bersemangat dalam meraih nilai tertinggi di kelas itu.

Ada lagi cerita dari teman yang punya keponakan yang selalu dapat PR dari gurunya, dan selalu bertanya tetang PR nya tersebut. Ketika ditanya "mengapa selalu tidak tahu masalah PR yang diberikan gurunya, apa gak diajari gurunya ". Jawab si anak : "Gak, karena gurunya nulis-nulis sebentar, setelah itu keluar kelas, kami disuruh belajar sendiri".

Begitulah gambaran pendidikan anak-anak kita. Bagaimana bisa terbentuk generasi yang cerdas, ketika sumber daya manusia lembaga pendidikan yang ada, ogah-ogah dalam mendidik muridnya.Yang mengharapkan muridnya cerdas, tapi tidak diberi sarana dan guru yang mumpuni.

Dengan keadaan yang demikian, bagi orang tua yang mampu menyarankan anaknya untuk ikut Bimbingan Belajar di luar sekolahnya, bagi anak kurang mampu hanya bisa ikut saja alur kehidupan yang ada. Semoga kedepan sistem pendikan kita bisa lebih baik lagi, dengan guru-guru yang mumpuni dan menghasilkan generasi yang cerdas.

HARUS TERUS BERJUANG UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK



Selasa, 26 Agustus 2014

APA SALAHNYA AKHWAT


Ada sebuah cerita dari seorang teman, bahwa temannya seorang ikhwan sudah menikah dengan seorang wanita yang bukan akhwat, dan ada cerita lagi seorang ikhwan yang poligami dengan seorang wanita yang juga bukan seorang akhwat.

Disatu sisi, ada banyak kisah seorang akhwat yang belum menikah karena menantikan seorang ikhwan datang melamarnya, ada akhwat yang menolak lamaran lelaki yang bukan ikhwan karena menginginkan suami yang ikhwan. Ada akhwat yang didesak menikah oleh keluarganya karena usianya sudah semakin tua dan menerima saja siapa yang dijodohkan oleh keluarganya.

Dengan berbagai kisah tersebut menjadi bahan renungan bagi saya, apa salahnya akhwat???? Banyak akhwat menanti, tapi yang dinanti menikah dengan yang lain, banyak lelaki yang datang untuk melamar, tetapi akhwat tidak siap menikah dengan yang bukan ikhwan.

Akhwat tidak salah sih, itulah episode hidup yang harus dilalui oleh seorang akhwat.Ketika pilihan hidupnya adalah menjadi hamba Allah yang taat dalam menjalankan syariatnya, maka apapun yang Allah takdirkan untuk seorang akhwat, dia harus menerima dengan ridho.Ketika akhwat komitmen dalam menjaga dirinya untuk tidak pacaran dalam mencari jodohnya, menjaga kesucian dirinya dari cinta-cinta palsu, maka Allah akan memberikannya jodoh yang baik dan tepat untuk dirinya.

Maka untuk para akhwat jangan bersedih ketika usiamu sudah semakin tua, jodohmu juga belum kunjung datang. InsyaaAllah Allah akan mendatangkan jodoh yang terbaik untukmu.Tugas akhwat sekarang adalah banyak mencari ilmu, perbaiki diri, dan banyak berdoa kepada Allah. Semoga Allah segera mendatangkan jodoh yang terbaik untuk para akhwat sekalian.

KEEP SMILE :)




Rabu, 20 Agustus 2014

SPIRIT RAMADHAN

Assalamu'alaikum wr, wb
24 Syawal 1435 H

Bulan syawal sudah 24 hari berlalu, rindu rasanya kembali ke bulan Ramadhan. Ramadhan memang sesuatu yang sangat dinanti dan dirindukan, semoga kita bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan tahun depan, In syaa Allah.

Sahabat...
Semoga kita tetap semangat dalam beribadah, tetap semangat dalam menjalani hidup, semoga spirit ramadhan tetap ada dalam diri kita. jangan sampai berlalunya ramadhan, berlalu juga semangat kita dalam beribadah.

Amalan ibadah shaum, bisa kita jaga dengan melakukan shaum sunah senin kamis, atau shaum sunah 6 hari di bulan syawal, masih ada waktu 6 hari lagi nih..
Tetap menjaga Qiyamulail, tetap menjaga tilawah Qur'an, yang biasanya di bulan ramadhan bisa kita membaca Al Qu'an 2 sampai 3 Juz satu hari, tetaplah dijaga membacanya, minimal 1 Juz satu hari...

Semoga spirit ramadhan tetap terjaga ya, agar waktu-waktu kita juga terjaga dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

Saling mengingatkan dan saling menasehati dalam kebaikan, semoga kita tetap istiqomah :)