PERCERAIAN
Mungkin banyak orang yang tidak menginginkan yang namanya perceraian. Namun mau tidak mau, suka atau tidak suka terkadang seseorang mengalaminya. Hal ini terbesit karena melihat fenomena pernikahan para artis yang begitu mudahnya mereka melakukan perceraian. Mereka yang bercerai beragam usia pernikahannya, ada yang usia pernikahannya sudah lama, ada juga yang masih seumur jagung.
Begitu mudahnya mereka melakukan perceraian. Mengapa tidak mudah bagi mereka untuk meredam perceraian semudahnya mereka mengatakan untuk menikah.Memang tidak mudah bagi siapa pun dalam menghadapi sebuah perceraian. Butuh ilmu dalam menghadapinya.
Banyak faktor yang menyebabkan perceraian. Selain dikarenakan harapan yang tidak realistis mengenai pernikahan, hal-hal yang menyebabkan perceraian dan ketidakbahagaiaan dalam pernikahan ialah karena banyak orang yang menikahi orang yang salah dengan alasan yang salah. Alasan yang salah untuk menikah antara lain telah hamil sebelum menikah, pemberontakan terhadap orangtua, untuk menjadi mandiri atau lepas dari orang tua, pengalihan dari hubungan yang buruk sebelumnya (diputuskan pasangan kemudian langsung memutuskan untuk menikah ketika bertemu pasangan baru), memenuhi tuntutan keluarga dan lingkungan sosial, serta untuk memperoleh dukungan ekonomi. Orang-orang yang menikah dengan alasan-alasan ini dapat mengakibatkan pernikahannya berujung pada perceraian ataupun akan merasa tidak bahagia dalam pernikahannya.
Penyebab berikutnya ialah karena pernikahan itu sendiri memang merupakan jenis hubungan yang menantang, bahkan meski seseorang telah memilih pasangannya secara bijaksana. Hal ini karena pernikahan melibatkan belajar untuk bersama dan berpisah, belajar untuk mengalokasikan kekuasaan, belajar untuk bersenang-senang dan bekerja bersama, dan bagi sebagian orang mungkin tantangan yang paling berat ialah belajar membesarkan generasi selanjutnya.
Sebaiknya sebelum menikah kita harus tahu terlebih dahulu ilmu pernikahan. Ilmu pernikahan itu meliputi apa tujuan menikah, apa hak dan kewajiban suami, apa hak dan kewajiban istri, bagaimana cara komunikasi suami- istri, bagaimana membahagiakan suami dan istri, bagaimana mendidik anak, dan lain sebagainya.Yang terutama adalah tujuan kita menikah apa, dan pastinya hubungan kita dengan Allah SWT juga harus kuat, agar ketika dihadapkan dengan persoalan dalam rumah tangga, kita masih dalam kondisi iman yang kuat.
Menjadi bahan renungan untuk yang belum nikah, buatlah persiapan yang matang sebelum menikah pelajarilah berbagai ilmu pernikahan , ilmu psikologi, ilmu mendidik anak, dan lain sebagainya. Sehingga ketika menikah nanti sudah ada cara kita menyelesaikan permasalahan yang ada, walaupun teori tidak sama dengan kenyataan, minimal kita sudah ada ilmunya, beda dengan yang tidak punya ilmunya. Semoga kita dikaruniakan pernikahan yang sakinah mawaddah wa rahmah, dan dijauhkan dari perceraian.
Selamat Belajar Ilmu Kehidupan :)
Wallahua'lam.
Sumber Bacaan :
www.psikologikita.com
Dll
Tidak ada komentar:
Posting Komentar