WAJAH PENDIDIKAN ANAK KITA
Seorang anak didapati orang tuanya mendapat nilai nol, ketika ditanya oleh orang tuanya, mengapa bisa dapat nilai nol? jawab si anak,"kata pak guru gak papa kok dapat nilai nol,yang penting naik kelas". Orangtuanya langsung marah pada si anak dan langsung disuruh belajar, si anak gak mau belajar, karena gak apa-apa kata pak guru dapat nilai nol.
Bagaimana menurut Anda melihat peristiwa ini???
Menurut Pandangan saya, kalau niatan sang guru mengatakan hal seperti itu hanya untuk membuat anak tidak down dalam hasil belajarnya, ya salah dalam menyampaikannya, efeknya bagi anak gak papa gak belajar dan dapat nilai nol, yang penting naik kelas. padahal bagaimana bisa naik kelas, kalau setiap hari dapat nilai nol. Si anak belum memahami perkataan sang guru, sepatutnya sang guru memberikan motivasi kepada muridnya bagaimana agar murid-murid yang dididiknya bersemangat dalam meraih nilai tertinggi di kelas itu.
Ada lagi cerita dari teman yang punya keponakan yang selalu dapat PR dari gurunya, dan selalu bertanya tetang PR nya tersebut. Ketika ditanya "mengapa selalu tidak tahu masalah PR yang diberikan gurunya, apa gak diajari gurunya ". Jawab si anak : "Gak, karena gurunya nulis-nulis sebentar, setelah itu keluar kelas, kami disuruh belajar sendiri".
Begitulah gambaran pendidikan anak-anak kita. Bagaimana bisa terbentuk generasi yang cerdas, ketika sumber daya manusia lembaga pendidikan yang ada, ogah-ogah dalam mendidik muridnya.Yang mengharapkan muridnya cerdas, tapi tidak diberi sarana dan guru yang mumpuni.
Dengan keadaan yang demikian, bagi orang tua yang mampu menyarankan anaknya untuk ikut Bimbingan Belajar di luar sekolahnya, bagi anak kurang mampu hanya bisa ikut saja alur kehidupan yang ada. Semoga kedepan sistem pendikan kita bisa lebih baik lagi, dengan guru-guru yang mumpuni dan menghasilkan generasi yang cerdas.
HARUS TERUS BERJUANG UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar